Promo Sebar Iklan
📢 Promo hari ini pasang iklan di internet murah 🚀 Buruan sebar iklan massal murah ke 1.000 website, hanya 150 ribu! 👉 Posting iklan di website Iklan Yogyakarta ini hanya Rp10.000 rupiah iklan tampil selamanya, hubungi Kami! 🎯 Jangan sungkan untuk kerjasama lainnya, hubungi Kami! 💥 Posting iklan di 50 website! dikerjakan manual ada Diskon besar !!!
setidaknya satu iklan Anda harus ada di jaringan iklan unikbaca.com ini, agar pengunjung
atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda, 👉 posting iklan murah cuma 10 ribu
🎁 Promo Hari ini 👉 sebar iklan massal ke 1.050 web iklan! Muraaah!

thumbnail

Ratusan Ribu Ponsel Android Murah Ditanam Perangkat Lunak Penyadap

Dua tahun lalu para pengguna Ponsel Xiaomi diresahkan kabar penyadapan dan pengiriman data mereka tanpa izin ke Peladen (server) Xiaomi di Beijing, Tiongkok.  Kali ini ribuan pengguna Aneka ponsel Android murah kembali diresahkan berita perangkat lunak penyadap yang ditanam ke dalam ponsel mereka tanpa izin.

Awas: Ratusan Ribu Data Pengguna Adroid Murah Dikirim ke Tiongkok

Melansir New York Times, Selasa (15/11/2016) menyebutkan ribuan ponsel Android murah dicurigai telah terpasang alat penyadap berupa perangkat lunak untuk memantau aktivitas pengguna di Amerika Serikat (AS).

Perangkat lunak ini disinyalir mengirimkan hasil pencarian kata kunci dan seluruh pesan instan yang masuk dan keluar setiap 72 jam.

Merujuk kepada penyelidikan yang dilakukan perusahaan keamanan data Kryptowire, perangkat lunak itu juga mengirimkan data lokasi pengguna dan riwayat panggilan.

PR Newswire merilis sebuah laporan berupa daftar peladen di Tiongkok dicurigai sebagai penerima kiriman data pengguna hasil sadapan:

1.. bigdata.advmob.cn

2. bigdata.adsunflower.com

3. bigdata.adups.com (primary)

4. bigdata.adfuture.cn

Hasil pengembangan penyelidikan lanjutan yang dilakukan Kriptowire menyebutkan , perangkat lunak yang ditanam dalam perangkat ponsel murah ini dikembangkan oleh Shanghai Adups Tenchnology Company.

Menurut Tom Karygiannis yang menjabat sebagai Wakil Presiden Kryptowire mengatakan kepada The Verge (15/11) bahwa perangkat lunak yang terpasang bukan sebuah celah (bugs), melainkan sebuah fitur.

Hingga saat ini belum diperoleh konfirmasi dari Adups apa tujuan mereka menanam perangkat lunak tersebut ke dalam ponsel. Tetapi Adups sendiri menyatakan bahwa perangkat lunak yang merka pasang dalam perangkat ponsel tersebut telah berjalan di lebih dari 700 juta unit ponsel. Terbanyak dipasang pada ponsel berharga murah,

Yang mengejutkan adalah selain ponsel, software dengan format aplikasi itu juga tertanam di perngakt mobil serta perangkat pintar lain, produk IoT.

Adups menambahkan mereka telah bekerja sama dengan sejumlah pabrikan ternama, antara lain Huawei dan ZTE. Akan tetapi Channel News (17/11) yang memuat bantahan ini menyatakan dua perusahaan ini menjelaskan apakah ponsel mereka di Australia juga disadap oleh perangkat lunak ini?

Blu Products, Pabrikan yang berbasi di AS mengaku selain pabrikan Tiongkok ada sekitar 120.000 ponsel produksi Blu Products dicurigai tertular aplikasi penyadap tersebut.

Namun mereka mneyatakan akan segera membuang aplikasi penyadap itu dengan memperbarui sistem keamanan setiap ponsel yang terindikasi telah tertanam perangkat tersebut.

Blu menegaskan "Privasi dan keamanan konsumen kami adalah prioritas utama yang sangat penting,"

Google sebagai pemilik sistem operasi Android baru mengatahui kabar tersebut setelah dihubungi Kryptowire.

Adups sendiri mengaku perangkat lunak buatannya bukan untuk ponsel AS. Karena memang mereka merancang aplikasi ini untuk Blu, namun sudah dimodifikasi pada bulan Juni 2016 lalu.

"Bisa jadi fitur penyadan data terbawa tanpa sengaja hingga tertanam di ponsel produksi Blu." ujar pihak  Adups.

Pihak Adups menambahkan "Ketika Blu mengungkapkan keberatannya, kami langsung menonaktifkan fungsi itu di ponsel Blu,"

Namun dalam sebuah keterangan resmi yang dirilis New York Times (17/11)  Adups membantah data dalam perangkat lunak merka tidak digunakan untuk kepentingan politik negara atau iklan. Mereka mengklaim langsung menghapus data yang diterima peladen Adups.

Lihat juga Hadapi Iklan Berita Palsu Facebook dan Google Rubah Kebijakan

Posting Iklan 50 Situs